Tiga Gunung di Jawa Tengah yang Recomended Bagi Pendaki Pemula
Share this:

Jika kamu seorang yang baru pertama kali mendaki, ada baiknya kamu melakukan pendakian di gunung-gunung yang bersahabat bagi para pemula. Ciri-ciri gunung yang cocok bagi para pemula antara lain yaitu memiliki ketinggian yang lebih rendah dan juga trek atau jalur pendakiannya terbilang mudah.

Di Jawa Tengah ada tiga gunung yang recomended banget buat kamu. Selain ketinggiannya yang cukup rendah, pemandangan di tiga gunung ini pun sangat indah dan memesona.

Gunung apa saja itu? Berikut tiga gunung di Jawa Tengah yang recomended bagi pemula.

1. Gunung Andong

Puncak gunung Andong. (foto: Catatan Flashpacker)

Gunung ini berada di Magelang. Lebih tepatnya terletak di antara Ngablak dan Tlogoarjo, Grabag. Gunung yang merupakan salah satu dari beberapa gunung yang melingkari Magelang ini memiliki ketinggian maksimum 1726 mdpl.

Ada beberapa jalur yang dapat ditempuh untuk mencapai puncak gunung Andong. Salah satunya yang paling populer adalah jalur Sawit. Letak basecampnya tepat di Dusun Sawit, Desa Girirejo. Waktu tempuh dari Basecamp ke puncak kurang lebih dua jam.

Pada jalur pendakian ini terdapat mata air yang terus mengalir sepanjang musim, sehingga kamu tidak perlu bersusah payah membawa banyak air. Selain itu, di puncak gunung Andong juga terdapat beberapa warung yang siap melayani 24 jam. Gimana? Enak banget kan? Heuheu..

Untuk harga parkirnya per motor dikenai tarif Rp 5.000,- per motor dan retribusinya Rp 8.000,- per orang. Untuk info lebih lanjut kamu bisa menghubungi Mas Eko (seorang yang bekerja di basecamp Sawit) via WA 085385017981.

2. Gunung Api Purba

Puncak gunung Api Purba. (foto: Catatan Flashpacker)

Gunung ini berada tepat di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul. Ketinggian dari gunung ini pun sangat rendah, sekitar 700 mdpl. Dari basecamp kamu hanya membutuhkan waktu satu jam lebih untuk mencapai puncak.

Meski gunung ini tergolong rendah, panoramanya keindahan alamnya tidak kalah dengan gunung-gunung lainnya. Di sepanjang jalur pendakian, kamu akan melihat tebing-tebing tinggi dan batu-batuan gede yang khas, yang dihasilkan oleh aglomerat dan breksi gunung api. Dari atas puncak pun kamu dapat menikmati sunset sekaligus golden sunrise yang indah banget.

Baca juga: 18 Tips Mendaki Gunung Saat Musim Hujan

Untuk retribusinya terbagi menjadi dua harga sesuai jam berkunjungnya. Jika kamu berkunjung pada pagi hari atau sore hari, kamu dapat dikenai biaya Rp 15.000,- per orang. Namun, jika kamu berkunjung pada malam hari, kamu harus membayarnya dengan harga Rp 20.000,- per orang. Untuk ongkos parkirnya, kamu cukup membayar Rp 2.000,- per motor.

3. Gunung Kendil

Puncak gunung Kendil (foto: Instagram @ddykurniawan19)

Gunung ini terletak di perbatasan Wonosobo dan Temanggung. Lebih tepatnya di Desa Ngadirejo. Gunung dengan ketinggian kurang lebih 1.100 mdpl ini memiliki trek yang tidak begitu sulit. Sangat cocok bagi kamu yang pemula. Dari perumahan warga, kamu Cuma membutuhkan waktu tiga puluh menit saja untuk sampai ke puncak.

Karena jalur pendakian gunung ini masih terbilang baru, maka biaya retribusinya masih free atau gratis. Di atas puncak gunung Kendil, kamu dapat melihat dengan jelas pemandangan indah yang dipancarkan dari gunung-gunung yang berada di sekitarnya, yakni gunung Sindoro, Slamet, Merbabu, Merapi dan Andong.

Itulah ketiga gunung yang recomended banget buat kamu para pemula. Semoga bermanfaat ya. Jangan lupa, sebelum mendaki pastikan perlengkapanmu sudah memadai ya sob. Untuk mengantisipasi kelengkapan alat-alatmu, kamu bisa melihat daftar ini.

Oke sob, Selamat mendaki.. 🙂

6 thoughts on “Tiga Gunung di Jawa Tengah yang Recomended Bagi Pendaki Pemula

  1. Suka deh… kapan2 boleh nggak tulisanku dimuat diblog ini? Saya juga sukak naik gunung kaka

  2. Saya pertama kali mendaki di gunung Ciremai dan dihajar badai dari naik hingga turun. Tapi tidak pernah kapok, karena suasana gunung selalu menimbulkan rindu. BTW, kaka admin ni mendaki pertama di gunung mana? Slamet kah?

    1. Memang kerinduan sering kali kurang ajar kaka. Ehehe…
      Saya pertama kali mendaki di gunung Sumbing.Pas turun tuh saya sudah bilang kalau tidak mau muncak lagi. Tapi setelah beberapa minggu, kerinduan pada gunung memaksa saya untuk muncak lagi. Eheheh…

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: