Pesona Ekowisata Hutan Mangrove Poumako Mimika

Selain dikenal sebagai daerah penghasil tambang terbesar dunia, Kabupaten Mimika juga memiliki beragam aneka destinasi wisata, mulai dari objek wisata budayanya yang eksotik, tradisi kesenian yang estetik, hingga yang tidak kalah menarik adalah objek wisata alam yang begitu memesona.

Salah satu objek wisata alam yang kerap menjadi tujuan masyarakat Kota Timika untuk menghabiskan waktu saat liburan di akhir pekan adalah Ekowisata Hutan Mangrove Poumako.

Destinasi ini berlokasi di wilayah adat suku Kamoro. Tepatnya di depan Pelabuhan Perikanan, Poumako, Distrik Mimika Timur, Mimika, Papua.

Jarak dari pusat kota Timika menuju lokasi Ekowisata Hutan Mangrove ini kurang lebih sekitar 40 km, dengan waktu tempuh sekitar 1 jam lebih menggunakan moda darat roda dua maupun roda empat.

Meski belum rampung 100 persen, kata salah satu petugas bernama Jek mengatakan Ekowisata Hutan Mangrove Poumako ini sudah dibuka untuk umum sejak dua tahun lalu.

“Ini mulai dibuka tahun 2020 bulan 9, karena memang waktu itu masyarakat banyak yang sudah ingin berkunjung to. Jadi ini memang belum selesai dibangun. Untuk pembangunan sementara, luasnya itu panjangnya 100 meter, lebar sekitar 50 meter,” jelas Jek saat ditemui di ruang pembelian karcis, Sabtu (13/3/2022).

Objek wisata ini dibangun di tengah panorama rimbunan pepohonan mangrove yang terdiri dari 27 jenis. Di dalam hutan mangrove tersebut pun hidup beragam satwa liar dengan ekosistem yang masih sangat terjaga, seperti burung-burung langka yang jarang ditemukan di daerah lain.

Adapun pintasan jalur trekking yang terbuat dari kayu dengan panjang mencapai 150 meter. Dalam master plannya, jelas Jek, jalur trekking ini akan dibangun menyerupai bentuk karaka (kepiting), salah satu ikon yang begitu dekat dengan kehidupan masyarakat adat suku Kamoro.

Pada beberapa titik di sepanjang jalur trekking telah dibangun sejumlah gazebo sederhana sebagai tempat beristirahat dan bersantai ria. Gazebo tersebut juga terbuat dari kayu dan dilengkapi dengan meja serta bangku yang bercorak ukiran-ukiran estetik buah karya masyarakat suku Kamoro.

Di samping itu, Ekowisata Hutan Mangrove Poumako juga memiliki berbagai macam spot foto yang pastinya instagramable banget, seperti spot foto payung gantung warna-warni, pojok love, lorong dimensi, serta papan-papan kecil berisikan kuote-kuote lucu yang dipasang menghiasi jalur tracking.

Selain menawarkan panorama alam kepada pengunjung, di sini pun tersedia penyewaan aksoseris khas Papua seperti mahkota bulu kasuari, rumbai-rumbai, dan lain sebagainya untuk menambah kesan budaya saat mengabadikan momen. Aksesoris tersebut disewakan dengan harga Rp 5 ribu per aksesoris.

“Ada juga souvenir yang kita jual untuk dibawa pulang sebagai kenang-kenangan pernah berkunjung ke sini. Kisaran harganya dari Rp 50 ribu sampai ratusan ribu,” terang Jek.

Ria (17), salah satu warga Timika yang sedang asik mengabadikan momen bersama teman-temannya, mengatakan sudah kali keempat berkunjung ke objek wisata ini. Menurutnya, Ekowisata Hutan mangrove Poumako memiliki daya tarik tersendiri.

“Tempatnya bagus dan sangat indah, punya daya tarik tersendiri sampai buat kita mau datang lagi,” ucap Ria kepada di sela-sela kesibukannya mengotak-atik gawai untuk mengambil gambar.

Sedangkan Kevin (27) mengaku sering berkunjung di sini untuk merefresh segala kepenatan selama berada di kota.

“Di saat ada waktu luang, biasanya saya datang ke sini pas lagi sepi seperti hari biasa. Itu cukup menenangkan. Kalau ke sini di hari minggu begitu pasti ramai jadi kurang suasananya untuk tenangkan pikiran,” ujarnya ketika sedang santai menikmati suara kicauan burung di salah satu gazebo.

Destinasi wisata ini memang bisa dibilang sangat cocok bagi pengunjung yang ingin melarikan diri dari hiruk pikuk kota Timika dan mendekatkan diri dengan alam untuk mencari keheningan di tengah lantunan suara alam yang menenangkan sukma, serta untuk menghirup udara segar di pusat jantung hutan bakau yang menjulang di tiap sisi.

Meski demikian, tidak menutup kemungkinan juga bagi pengunjung yang ingin bertamasya bareng keluarga. Sebab, selain mendekatkan diri dengan alam, anak-anak juga bisa mendapatkan edukasi dan pengetahuan seputar keanekaragaman hayati, serta menumbuhkan rasa cinta untuk menjaga dan merawat alam.

Walaupun tempat ini terbilang indah dan nyaman, namun ada beberapa hal yang masih perlu dibenahi dan ditambah menurut seorang lelaki bernama Gideon (31). Ia menyarankan adanya penambahan toilet di sekitaran area trekking serta wahana-wahana lainnya.

“Menurut saya perlu juga adanya pemandu yang bisa menjelaskan dan memberikan edukasi seputar flora dan fauna yang ada di sini. Dari tadi kita di sini hanya tebak-tebak saja itu nama-nama tumbuhan dan burungnya,” jelasnya.

Untuk masuk ke ekowisata ini, pengunjung hanya cukup membayar ongkos retribusi seharga Rp 10 ribu untuk orang dewasa dan Rp 5 ribu untuk anak-anak. Sementara untuk ongkos parkir, sudah dibebaskan alias gratis.

Bayangkan saja, dengan harga yang sangat terjangkau, kamu sudah dapat menikmati keindahan alam Papua khususnya Mimika di Ekowisata Hutan Mangrove Poumako.

Jadi tunggu apa lagi, akhir pekan gaslah!!! Eittsss, tapi ingat jangan kotori tempat keren ini dengan sampahmu yah.. Tetaplah jadi sampah masyarakat yang membuang sampah pada tempatnya heuheu…

Tinggalkan Balasan

X