Catatan Flaspacker

Catatan Flashpacker
Share this:

catatanflashpacker.com – Yayasan Biennale Yogyakarta (YBY) kembali memberikan penghargaan Lifetime Achievement Award. Penghargaan itu diberikan kepada sesosok yang memiliki dedikasi dan komitmen dalam berkontribusi di dunia seni rupa. Baik secara nasional maupun internasional.

Kriteria penerimaan penghargaan memuat sosok yang berpengaruh terhadap dunia seni (seni rupa) berbasis aspek kreativitas, pemikiran dan kontribusi konkret di masyarakat. Selain itu, para penerima pengahargaan ini mesti aktif di dunia seni selama lebih dari 25 tahun.

“Ini adalah sebuah tradisi lama sejak 2005 lalu untuk memberikan penghargaan kepada sosok yang berpengaruh dalam dunia seni.” Tutur Alia Swastika, Direktur YBY, saat sambutan Penganugerahan Lifetime Achievement Award Biennale Jogja XV Equator 5 2019, di Panggung Jogja Nation Museum, Wirobrajan, Yogyakarta, Minggu (24/11).

Penerima penghargaan tersebut kelak tidak hanya berfokus pada penciptaan seni saja. Namun, juga pengembangan ekosistem yang berkaitan dengan produksi pengetahuan dan distribusi wacana seni.

Alia mengatakan dalam rekam jejaknya penerima penghargaan ini lazimnya ditujukan kepada para seniman di Indonesia. Akan tetapi, kini pada 2019, penerimanya lebih mengarah kepada sosok yang berkecimpung dalam tulis-menulis seputar kesenian.

“Pada tahun ini penerimanya lebih keluar dari kerja-kerja seniman. Biasanya dalam penciptaan seni, serupa penulisan seni, jurnalisme seni, serta penulisan seni lain. Sejumlah ranah itu juga patut diberikan penghargaan karena turut membangun ekosistem seni rupa. ” Jelas wanita kelahiran Yogyakarta ini.

Baca juga: Pemerintah Telah Menetapkan Lima Bali Baru

Tak lain sosok yang dimaksud oleh Alia ialah Bambang Bujono penerima penganugerahan Lifetime Achievement Award tahun 2019. Menurutnya, beliau telah menginspirasi generasi bangsa dalam aspek pencapaian kreativitas, pemikiran, dan kontribusi pada ranah seni secara signifikan.

“Setelah keputusan yang cukup panjang oleh beberapa dewan penyeleksi, akhirnya ditentukan penerima penghargaan tahun ini di luar penerima dari biasanya yang dinobatkan kepada seorang penulis dan kritikus seni, Bambang Bujono,” ungkap Alia.

Di samping itu, Bambang Bujono mengaku sangat berterima kasih kepada pihak-pihak terkait yang telah mengelola ekosistem seni supaya senantiasa tumbuh dan berkembang. Ia pun merasa sangat terharu atas pencapaian ini karena penghargaan tersebut dipersembahkan secara istimewa untuk dunia kesenian.

“Jadi penghargaan ini bukan untuk saya saja, tetapi untuk dunia kerja seni,” ujarnya dalam kesempatan yang sama

Bagi Bambang, dunia seni (seni rupa) tidak bisa bergerak sendiri tanpa aktivitas tulis-menulis. Oleh sebab itu, selayaknya semangat menulis harus terpatri di dalam ranah kesenian.

“Tulisan itu sesuatu yang menggerakan, jadi tulisan ibarat bensin dari seni rupa. Tulisan adalah catatan untuk masa kini dan juga arsip untuk masa depan,” kata pria yang juga mantan wartawan senior di salah satu media nasional di Indonesia, “melalui tulisan bisa membuat orang yang merasa takut berubah mejadi suatu kebahagian.”

1 thought on “Penulis Kesenian Raih Penghargaan Lifetime Achievement Award Tahun 2019

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: