Catatan Flaspacker

Catatan Flashpacker
Share this:

Berbicara mengenai minuman teh tentu tak terlepas dari berbagai manfaat yang dihasilkan untuk kesehatan tubuh manusia. Sudah sejak lama minuman asal negeri Tirai Bambu ini dipercaya sebagai obat herbal dalam menyembuhkan masalah-masalah penyakit. Hal itu disebabkan kandungan tanaman teh atau Camellia Sinensis memiliki sejumlah zat alami antioksidan, protein, kafeina, dan senyawa lain yang baik bagi tubuh.

Rupanya cita rasa yang sedikit pahit dari minuman teh juga menjadi kenikmatan tersendiri bagi para peminumnya. Kenikmatan-kenikmatan tersebut sejatinya akan menopang fungsi kognitif manusia untuk senantiasa dalam keadaan sehat.

Sebagaimana dilansir Science Daily, para peneliti mengungkapkan peminum teh memiliki wilayah otak yang lebih baik terkait fungsi kognitif sehat, daripada para peminum non-teh. Hasil riset tersebut dihasilkan dari pemeriksaan data neuroimaging (pemetaan otak) terhadap 36 orang dewasa.

“Penemuan itu menawarkan kontribusi positif minum teh untuk struktur otak. Dengan minum teh secara teratur memiliki efek perlindungan pada risiko penurunan terkait usia dalam organisasi otak sebesar 50 persen,” jelas Prof. Feng Lei, peneliti dari salah satu Sekolah Kedokteran di Singapura.

Penelitian yang diterbitkan melalui jurnal ilmiah Aging ini menerangkan bahwa asupan teh secara teratur sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh; termasuk peningkatan suasana hati dan pencegahan penyakit yang berhubungan dengan jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular).

Selain itu, Feng bersama tim penelitinya juga menemukan lebih jauh dari efek positif menyeduh teh terhadap jaringan otak manusia. Penelitian ini melibatkan 36 orang dewasa berusia 60 tahun ke atas. Variabel dan datanya berupa kesehatan, gaya hidup dan kesejahteraan psikologis masyarakat.

Dari hasil riset menyebutkan bahwa tiap individu yang mengonsumsi teh – baik jenis teh hijau, teh oolong, teh hitam, dan teh putih – setidaknya 4 kali seminggu selama sekitar 25 tahun akan memiliki daerah otak yang berkesinambungan secara efisien.

Baca juga: Merayakan Sore dengan Kopi Lokal di Bukit Menoreh

“Analogi contohnya serupa lalu lintas (lalin) jalan: pertimbangkan wilayah otak sebagai tujuan, sedangkan koneksi antar wilayah otak adalah jalan. Ketika arus lalin teroganisir pasti laju kendaraan akan lancar dan pengemudi lebih efisien dalam menggunakan bahan bakar,” terangnya, “demikian pula, pada koneksi antar daerah otak jika terorganisir, proses informasi dapat lebih efisien.”

Lebih lanjut, ia menambahkan penelitian tentang mengonsumsi teh melalui metode-metode tersebut sesungguhnya mendapatkan hasil positif terhadap kesehatan tubuh. Keduanya dapat menghasilkan fungsi kognitif yang baik, daripada bukan peminum teh. Sebab, efek teh berpengaruh dalam kinerja kognitif dan pengorganisasian otak sehingga saling berkaitan.

2 thoughts on “Manfaat Teh bagi Kesehatan Tubuh

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: