Gunung Mauraja, Pesona Alam Lembata yang Eksotis

Di samping tradisi perburuan paus yang telah mendunia, Lembata sesungguhnya memiliki beragam objek wisata yang begitu eksotis dan mengagumkan. Satu diantaranya yaitu pesona alam Gunung Mauraja.

Gunung Mauraja merupakan salah satu bagian gunung yang tersisa dari kesatuan gunung Adowajo (sekarang disebut Ile Werung) yang telah meletus beberapa kali pada tahun 1870-an.

Lokasi Gunung Mauraja

Destinasi wisata alam ini berada di ketinggian 1080 mdpl, selatan Pulau Lembata. Tepatnya di Lamaheku, Desa Lerek, Atadei, Lembata, Nusa Tenggara Timur.

Jaraknya dari kota Lewoleba kurang lebih 45 km. Kamu bisa menggunakan motor atau mobil dengan waktu tempuh sekitar dua jam.

Sedikit info, jalan raya di Lembata yang rutenya menuju ke kampung-kampung bisa dibilang masih cukup parah. Sebab, banyak jalan yang hancur dan berlubang. Sama halnya dengan kondisi jalan menuju kampung Lerek.

Di beberapa titik, kamu mau tidak mau harus menerobos genangan lumpur sewaktu musim hujan, atau debu dengan tebal mencapai 5 cm ketika kemarau, serta meroda di atas bebatuan yang berhamburan tak karuan di badan jalan.

Meski demikian, di sepanjang perjalanan, rasa lelahmu dapat tergantikan dengan panorama alam Lembata yang sangat memanjakan mata. Mulai dari perbukitan yang memanjang di tiap sisi jalan, hingga hamparan laut biru yang membentang dari kaki-kaki bukit.

Bila sudah sampai di Desa Lerek, kamu wajib melapor ke kepala dusun Lamaheku. Rumahnya yang sekaligus dijadikan basecamp berada tepat di pintu masuk jalur pendakian.

Kamu juga dapat beristirahat sejenak di sana dengan menenggak beberapa gelas tuak kelapa yang kerap kali disuguhi oleh bapak kepala dusun. Tapi, jangan berlebihan ya, bisa gagal muncak nantinya. Heuheu…

Estimasi Waktu dan Jalur Pendakian

Pendakian dari basecamp ke puncak gunung Mauraja paling cepat memakan waktu satu jam dengan jarak tempuh sekitar satu kilo meter.

BACA JUGA: Bukit Susu, Wisata Alam Lembata yang Memesona

Ada enam pos yang bakal kamu lalui selama pendakian, dan pos yang menurut saya cukup berkesan adalah pos kelima. Di situ, kamu harus memberikan sedikit sesaji berupa rokok atau permen atau apapun itu sebagai tanda permisi kepada Ina Peni, sang “penjaga gunung”.

Kamu juga bisa mendirikan tenda di pos lima. Ada tempat landai di sekitaran area tersebut. Ingat, jangan melakukan hal yang tidak-tidak. Hargai alam, maka sebaliknya alam akan memberimu keselamatan.

Oh iya bro, jalur treking di gunung Mauraja bisa dibilang cukup ekstrem. Perlu kehati-hatian ketika kamu melakukan treking di sini karena jalurnya seperti punggung kuda, yang mana di tiap-tiap sisinya terdapat jurang yang amat curam.

Bila kamu baru pertama kali ke sini, sebaiknya kamu meminta tolong ke penduduk setempat untuk menjadi penunjuk jalan. Tenang, warga di sini terkenal ramah dan siap sedia untuk membantumu.

View Gunung Mauraja

Dengan ketinggiannya yang mencapai 1080 mdpl, dari atas puncak Mauraja, kamu dapat melihat sunrise dan sunset. Adapun hamparan laut selatan yang luas tak berujung, gunung Ile Ape yang menjulang naik dari arah utara, serta beberapa gunung lainnya di arah barat pulau Lembata.

  • Sunrise di Gunung Mauraja
  • Gunung Mauraja ile werung
  • Gunung mauraja

Yang paling menarik lagi, kamu bisa melihat secara jelas kawah gunung Ile Werung yang mengaga dari pesisir pantai selatan. Asli, pemandangan itu merupakan salah satu bingkai alam yang sungguh sangat eksotis.

Di beberapa lembah, terlihat juga perkampungan-perkampungan kecil. Diantaranya kampung Lusilame, Atakore, Lerek, serta Lewogroma.

Setiap keindahan alam yang ada di sini bisa kamu dapatkan secara cuma-cuma alias gratis. Ya, gratis. Sebab, belum ada biaya retribusi di sini. So, tunggu apa lagi? Buruan packing dan tancap gas menuju Mauraja.

BACA JUGA: Tiga Gunung di Jawa Tengah yang Recomended Bagi Pendaki Pemula

2 thoughts on “Gunung Mauraja, Pesona Alam Lembata yang Eksotis

Tinggalkan Balasan

X