Aturan Baru Naik Kapal Pelni Selama PPKM Darurat

Dengan memberlakukan sistem aturan baru dalam pembelian tiket serta menerbitkan beberapa syarat dan ketentuan untuk perjalanan laut, Kapal Pelni dikabarkan tetap akan beroperasi selama masa PPKM Darurat Jawa-Bali yang telah berlangsung sejak 3 Juli 2021.

Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut kami rangkum secara mendetail bagaimana cara membeli tiket Pelni dan apa saja persyaratan yang harus disertakan saat ingin melakukan perjalanan laut dengan kapal Pelni.

Aturan Baru Pembelian Tiket di Masa PPKM Darurat

Selama masa PPKM Darurat, tiket kapal Pelni tidak dapat dibeli melalui agen perjalanan mitra Pelni dan melalui daring lewat situs atau contact center Pelni. Pembelian tiket hanya dapat dilakukan di kantor cabang Pelni dengan sistem pembayaran non-tunai.

Saat membeli tiket di kantor cabang, calon penumpang wajib menunjukkan hasil negatif tes PCR (2×24 jam). Bisa juga hasil negatif rapid antigen (1×24 jam). Tes GeNose tidak berlaku sebagai syarat calon penumpang kapal Pelni.

Di samping itu, sertakan pula sertifikat vaksin Covid-19 yang menandakan bahwa calon penumpang telah mendapatkan minimal dosis pertama. Apabila belum divaksin karena kendala medis, calon penumpang dapat menunjukan surat keterangan dari dokter spesialis.

Syarat Melakukan Perjalanan Laut dengan Kapal Pelni

Di masa PPKM Darurat, Pelni menerbitkan beberapa syarat perjalanan berdasarkan tempat asal dan tujuan keberangkatan. Rinciannya sebagai berikut.

BACA JUGA: Merayakan Sore Dengan Kopi Lokal di Bukit Menoreh

Calon penumpang yang berangkat dari Jawa ke Bali atau sebaliknya wajib menyiapkan sertifikat vaksin Covid-19 dan hasil negatif tes PCR. Sampel tes PCR diambil dua hari sebelum keberangkatan.

Sebagai ganti tes PCR, calon penumpang bisa menggunakan hasil negatif rapid antigen yang sampelnya diambil satu hari sebelum keberangkatan.

Calon penumpang di luar Jawa dan Bali wajib membawa hasil negatif tes PCR yang sampelnya diambil dua hari sebelum keberangkatan atau hasil negatif rapid antigen yang sampelnya diambil satu hari sebelum keberangkatan.

BACA JUGA: 5 Wisata Kuliner Jogja yang Hits dan Legendaris

Pelni juga mengingatkan, agar calon penumpang tidak memalsukan sertifikat vaksin maupun hasil tes PCR dan rapid antigen. Bagi siapa yang dengan sengaja melakukan pemalsuan dan berani melanggar ketentuan akan diberikan sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Tinggalkan Balasan

X
%d blogger menyukai ini: