Catatan Flaspacker

Air terjun di Yogyakarta
Share this:

Selain disebut sebagai kota pelajar, Yogyakarta pun dikenal sabagai kota yang memiliki aneka destinasi wisata alam yang memesona. Mulai dari deretan pantainya yang indah, bukit-bukit menjulang yang eksotik, hingga air terjun yang super menggoda.

Di musim yang panas ini, saya akan membawa anda sekalian untuk merasakan kesegaran air terjun Kedung Pedut yang berada di deretan pegunungan Menoreh, tepatnya di Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta.

Dengan jarak tempuh kurang lebih 29 km dari kota Jogja, perjalanan menuju Kedung Pedut dapat memakan waktu sekitar satu jam. Jalan yang mulus dan terik mentari yang semakin menyengat kian mengantar laju sepeda motor yang saya kendarai.

Di tengah perjalanan yang berkelok-kelok dan naik turun, sesekali saya disuguhi pemandangan yang tak kalah indahnya; hamparan persawahan yang luas berbaris-baris rapi, sungai panjang dengan deras arus yang menantang, tebing-tebing yang kokoh, serta pemandangan kota Jogja yang dilihat nun jauh dari ketinggian.

Kedung pedut merupakan salah satu dari empat destinasi air terjun di Kulon Progo. Namun, air terjun yang satu ini memiliki daya tarik yang berbeda, yakni selain konsepnya yang menggunakan konsep adventure, Kedung Pedut pun dikategorikan sebagai air terjun terluas.

Sebelum sampai ke tempat pemandian utama, dari depan pintu masuk, pengunjung akan berjalan kaki melewati jalan setapak yang dikelilingi berbagai pepohonan yang rimbun. Udara segar, merdu nyanyian burung dan deruh suara tirisan air menjadi santapan pembuka yang menenangkan hati sekaligus menetralkan pikiran pengunjung yang penuh dengan kepenatan keseharian.

Sesampainya di tempat pemandian utama, saya sempat terpukau dengan keindahan panorama Kedung Pedut yang membuat kedua bola mata saya bening seketika. Tampak aliran sungai nan jernih berwarna kebiru-biruan, bertanda sungainya masih begitu asri.

Di beberapa sisinya terdapat pondok-pondok gasebo beratapkan alang-alang, dan di titik-titik daratan tinggi yang strategis disediakan spot-spot foto yang variatif. Tidak lupa pula ada fasilitas flyng fox sepanjang lima belas meter yang benar-benar menguji adrenalin pengunjung.

Nama Kedung Pedut sendiri memiliki arti mata air kabut. Kabut menggambarkan suasana pagi di sana yang selalu ditutupi kabut.

Menurut cerita dari petugas keamanan, tempat ini dulunya adalah pemandian para bidadari. “Dari cerita secara turun-temurun, dulu bidadari sering mandi di air terjun ini. Itu kepercayaan masyarakat setempat.” Jelasnya sembari mengutak-ngatik handy talk yang selalu menemani hari-harinya saat bertugas.

Ada lima kolam pemandian di sini, yakni Kedung Merak, Kedung Lanang, Kedung Merang, Kedung Anyes, dan Kedung Wedok. Setiap Kedung memiliki air terjunnya masing-masing, namun masih pada aliran sungai yang sama.

Di sini, pengunjung pun bebas memilih kolam mana saja. Saya memilih yang paling atas, selain airnya belum terkontaminasi pengunjung, tempat loncatannya juga cukup ekstrim sehingga memberi sensasi yang berbeda tentunya.

Selain itu, destinasi ini pun di lengkapi beberapa kuliner khas dengan harga yang terjangkau. Ada tiga warung makan di bagian pintu masuk dan lainnya di sekitaran masing-masing Kedung. Ada juga warung kopi yang menyediakan biji-biji kopi dari berbagai daerah di Indonesia.

Untuk harga masuk wisata Kedung Pedut, setiap pengunjung hanya membayar Rp 6.000,- /orang. Bagi para pengendara bermotor, tidak perlu khawatir karena Kedung Pedut menyiapkan fasilitas parkir yang luas dan aman. Dengan membayar Rp 3.000,- per motor atau Rp 10.000,- per mobil, kendaraan pengunjung secara otomatis mendapatkan fasilitas parkir ini.

Masih penasaran akan kesegaran air terjun Kedung Pedut? Segera ajak teman, pacar atau keluarga dan persiapkan waktu untuk berkunjung ke wahana air ini. Dijamin tak ada kata sesal setelah anda sampai di sini.

3 thoughts on “Air Terjun Kedung Pedut Yogyakarta

  1. Mantap la. Ulasanya sederhana tetapi memikat hati utk ke sana. Terus berjalan dan jadilah seorang catataflaspacker yang sederhana

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: