Catatan Flaspacker

Bertahan hidup di hutan
Share this:

catatanflashpacker.com – Sebelum kamu melangkah dan berkelana menyusuri hutan rimba, ada baiknya kamu tahu sembilan ilmu rimba berikut untuk bertahan hidup di hutan.

1. Lumut Tahi Kera

Agar tidak tersesat atau nyasar pada malam hari, ikutilah lintasan yang ada lumut tahi keranya.

Kenapa demikian? Karena lumut tahi kera hanya tumbuh di denai (jalan setapak yang dilalui hewan atau manusia).

Untuk mengetahui keberadaan lumut ini, kamu tinggal melihat ke sekitar. Jika ada seuatu yang bercahaya, itulah lumut tahi kera.

Lumut tahi kera umumnya berpendar atau mengeluarkan cahaya berwarna kehijau-hijauan pada malam hari.

2. Menghadapi Ancaman Ular Berbisa

Saat berada di hutan, mungkin kamu akan bertemu dengan berbagai jenis hewan mematikan atau berbisa. Apabila kamu berhadapan dengan hewan berbisa seperti ular King Cobra, jangan sekali-kali melakukan gerakan yang mengagetkan.

King Cobra memiliki penglihatan yang sensitif terhadap gerakan. Ular tersebut bisa mematuk kapan saja.

Yang perlu kamu lakukan saat berada dalam keadaan ini adalah tetap tenang. Ketika pandangannya mulai mengarah ke objek lain, segeralah mundur perlahan-lahan ke belakang.

Ingat, ular Cobra akan mengembang kalau merasa terancam. Itulah cara dia untuk menghalau lawan.

3. Menghadapi Ancaman Harimau

Jika suasana hutan tiba-tiba berubah menjadi sunyi dan sepi, itu suatu tanda bahwa ada hewan yang sedang mengendap. Hati-hati, bisa jadi itu harimau atau beruang dan sejenisnya.

Kalau tercium bau amis, maka sudah pasti itu adalah harimau. Segera ambil tindakan dengan menyalakan api atau petasan untuk mengusirnya.

Jika yang kamu temui adalah beruang sejenis beruang madu, maka teriaklah ke arahnya. Buat seolah-olah kamu ingin mengejar dan menakutinya.

4. Kepala Air

Pada saat kamu berada di sekitaran kawasan sungai, janganlah kamu mendirikan tenda tepat di pinggiran tepi sungai tersebut.

Sebaiknya tenda didirikan di tempat yang terdapat pohon-pohon besar. Ini bertujuan untuk mengantisipasi datangnya bahaya kepala air.

Kepala air merupakan gelombang aliran sungai yang mengalir membawa berbagai macam material seperti batang pohon dan bebatuan besar.

Tanda-tanda datangnya kepala air:

  • terdapat buih-buih putih pada tempat yang tidak semestinya berbuih;
  • daun muda beserta rantingnya hanyut di sungai;
  • warna air berubah dari jernih menjadi keruh;
  • bunyi gemuruh aliran air lebih besar dari biasanya, bahkan dari kejauhan pun telah terdengar.

5. Mengambil Air di Sungai

Kalau kamu ingin mengambil air di sungai, ambilah air yang berada di tengah-tengah aliran sungai. Jangan mengambil air dari pinggiran sungai karena biasanya di situ terdapat kotoran hewan seperti kotoran rusa, kancil, babi, dan sebagainya.

6. Menyadari Adanya Hewan Besar

Cara menyadari adanya hewan besar seperti gajah, badak, dan sebagainya adalah dengan membaca tanda-tanda alam. Salah satunya adalah teriakan dari hewan-hewan kecil seperti monyet atau kera.

Apabila dari jauh sudah terdengar teriakan-teriakan tersebut, maka otomatis ada hewan besar yang sedang melintas.

7. Jangan Sisakan Makanan

Jika kamu memakan makanan yang aromanya bisa memancing kedatangan hewan lain, kamu wajib menghabiskan makanan itu.

Kalau pun masih terdapat sisa, kamu harus segera hanyutkan atau mengubur sisa-sisa makanan itu agar tidak tercium hewan lainnya.

8. Selesaikan Aktivitas Sebelum Pukul Lima Sore

Semua aktivitas seperti mencuci, memasak, mandi, dan lainnya harus kamu selesaikan sebelum pukul lima sore. Sebab setelah itu, malam akan tiba dan hutan menjadi gelap dikarenakan tertutup kanopi pepohonan.

9. Suasana Hutan pada Malam Hari

Perlu kamu ketahui bahwa pada malam hari, hutan yang bising dengan bebunyian serangga serta unggas adalah lebih baik ketimbang hutan yang sunyi dan sepi. Jika suasana hutan berubah menjadi sepi, maka itu bertanda ada seuatu yang tidak biasa. Tetap waspada.

Itulah kesembilan ilmu rimba yang bisa kamu terapkan untuk bertahan hidup di hutan. Jika kamu merasa ada yang kurang, jangan sungkan untuk melengkapinya di kolom komentar.

2 thoughts on “9 Ilmu Rimba untuk Bertahan Hidup di Hutan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: