Catatan Flaspacker

Catatan Flashpacker
Share this:

Bagi sebagian besar pendaki, musim hujan adalah sebuah kabar buruk. Kenapa? Karena mendaki pada musim hujan memiliki resiko yang cukup tinggi. Intensitas kecelakaan pun rawan sekali terjadi. Untuk itu, sebelum kamu memutuskan melakukan pendakian saat musim hujan, ada baiknya kamu simak 18 tips mendaki gunung pada saat musim hujan berikut ini.

1. Pilihlah Gunung yang Tepat untuk Memudahkan Pendakianmu

Ketika mendaki saat musim hujan, kamu wajib memilih gunung yang mudah untuk didaki. Dalam hal ini, kamu sebaiknya memilih gunung yang terbilang rendah, yang waktu tempuh ke puncak dan perjalanan turunnya singkat.

Ini bertujuan untuk mengatisipasi bila cuaca tiba-tiba memburuk, kamu bisa langsung segera turun. Selain itu, kamu juga bisa tektok tanpa harus mendirikan tenda.

Baca juga: Tiga Gunung di Jawa Tengah yang Recomended Bagi Pendaki Pemula

Pada saat musim hujan, biasanya beberapa jalur pendakian pun akan ditutup. Hal ini dikarenakan kondisi cuaca yang benar-benar tidak memungkinkan untuk melakukan pendakian. Oleh sebab itu, kamu juga wajib mencari tahu informasi tentang status dari jalur pendakian yang bakal kamu lalui nantinya.

Selain mencari informasi tentang status buka tutupnya jalur pendakian, kamu juga wajib memilih jalur pendakian yang kiranya mudah untuk dilalui. Hindari jalur-jalur yang beresiko tinggi, seperti jalur yang sangat terjal, tekstur tanah yang berlumpur, dan rawan kecelakaan.

2. Hindari Barang Bawaan yang Berlebihan

Mendaki di saat musim hujan biasanya beban barang bawaan kita akan semakin bertambah. Hal ini bisa kamu atasi dengan membawa barang-barang yang benar-benar diperlukan selama pendakian. Kamu tidak perlu membawa barang-barang yang hanya membebani keberlangsungan pendakianmu.

3. Cek kondisi tenda

Jika kamu berencana mendirikan tenda pada saat pendakian, kamu wajib mengecek kondisi tenda pada saat melakukan persiapan. Pastikan tenda yang akan kamu gunakan dalam kondisi baik, mulai dari frame, layer, pasak, dan sebagainya.

Oh iya, jangan lupa menggunakan tenda double layer dengan frame yang kuat dan tidak mudah patah ya. Ini bertujuan untuk mencegah terjadinya kerusakan tenda ketika diterpa badai.

4. Bawa Flysheet

Kamu juga wajib membawa flysheet jika ingin mendirikan tenda. Flaysheet berguna untuk melindungi tendamu dari guyuran hujan yang deras. Flysheet dapat menjaga kelembapan tendamu agar tidak dingin maupun basah. Pastikan flysheet tersebut menutupi tendamu secara keseluruhan.

5. Bawa Jas hujan

Melakukan pendakian di saat musim hujan, kamu tentu wajib membawa jas hujan. Tanpa saya harus jelaskan, kamu pasti sudah tahu fungsinya untuk apa. Yah, untuk menjaga tubuhmu tetap kering saat sedang mendaki di jalur pendakian. Gunakan jas hujan yang kuat dan tahan air.

6. Pakai Pakaian dengan Kemampuan Quick Dry

Selain jas hujan, kamu juga wajib menggunakan pakaian yang memiliki kemampuan quick dry. Pakaian quick dry adalah pakaian yang cepat kering ketika terkena air. Gunanya agar kamu tidak perlu membawa pakaian ganti terlalu banyak.

7. Kuasai Teknik Layering yang Tepat

Sangat penting menggunakan teknik layering saat pendakian di musim hujan. Teknik ini berfungsi untuk mengatur temperatur tubuhmu sesuai dengan lapisan yang kamu kenakan.

Ada tiga lapis yang wajib kamu ketahui dalam teknik layering atau layering system. Lapisan pertama base layer, lapisan kedua insulating layer, dan lapisan terakhir shell layer.

8. Bawa Pakaian Ganti Ekstra

Apabila kamu  tidak tidak memiliki pakaian dengan kemampuan quick dry, kamu wajib membawa pakaian ganti ekstra. Ini untuk mengantisipasi jika pakaian yang kamu kenakan terkena hujan dan susah untuk dikeringkan, kamu bisa menggantinya dengan pakaian ganti yang kamu bawa.

9. Lapisi Tas Bagian dalam dengan Trash Bag

Tidak semua jenis tas pendaki memiliki kemampuan waterproof atau tahan air. Ketika hujan deras menghampiri, tas yang kamu gunakan bisa saja basah kuyup.  Oleh karena itu, kamu wajib melapisi bagian dalam tasmu dengan trash bag. Ini berguna untuk menjaga isi tasmu tetap kering meski tas yang kamu gunakan terkena hujan.

10. Gunakan Dry Bag

Selain menggunakan tas yang dilapisi trash bag, kamu juga bisa menggunakan dry bag. Dry bag adalah tas yang berbentuk silinder layaknya tabung.

Bahan dari dry bag menggunakan bahan PVC atau tarpaulin yang kurang lebih sama dengan bahan perahu karet. Hanya bedanya pada ketebalan. Tas ini sangat cocok untuk menyimpan benda-benda penting seperti alat elektronik dan sebagainya.

11. Gunakan Sepatu Kedap Air

Salah satu bagian tubuh yang cukup berpengaruh mengatur suhu tubuh adalah telapak kaki. Telapak kaki begitu cepat menyerap suhu dingin. Ketika telapak kakimu telah menyerap suhu dingin, temperatur tubuhmu akan ikut dingin.

So, saat melakukan pendakian pada musim hujan, kamu wajib menggunakan sepatu kedap air. Ini berfungsi untuk menjaga kakimu agar tetap hangat.

12. Gunakan Gaiters

Jika kamu memiliki budged lebih, ada baiknya kamu membeli gaiters. Gaiters memiliki fungsi melindungi kakimu dari bagian engkel ke atas.

Pada saat musim hujan, tentu banyak sekali binatang sejenis pacet di jalur pendakian. Nah, untuk mengurangi serangan dari binatang tersebut, kamu dapat menggunakan gaiters.

13. Gunakan Trekking Pole

Trekking pole sangat membantumu dalam menjaga keseimbangan pada saat melakukan trekking. Alat sejenis tongkat ini bisa mempemudah langkahmu ketika menghadapi tanjakan atau turunan yang licin. Selain itu, trekking pole juga bisa dijadikan sebagai tiang penyangga untuk mendirikan tenda darurat dari flysheet.

14. Pantau Informasi Prediksi Cuaca dari BMKG

Sebelum melakukan pendakian, kamu wajib untuk selalu memantau informasi perkiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Dengan mengecek perkiraan cuaca, kamu akan semakin mantap dalam mengantisipasi dan mengambil keputusan dengan tepat. Apabila cuaca benar-benar tidak memungkinkan, kamu dapat membatalkan atau menunda pendakian tersebut.

15. Hindari Pendakian Malam Hari

Pendakian saat musim hujan akan lebih aman jika dilakukan pada siang hari. Ketika mendaki di siang hari, kamu akan lebih mudah melihat jalur pendakian, sehingga resiko tersesat dapat diminimalisir.

Berbeda jika kamu mendaki pada malam hari, kamu akan sukar melihat jalur dengan jelas. Ditambah lagi jika turun kabut tebal, tentu resikonya akan lebih besar.

16. Waspadai Petir

Yang paling rawan ketika mendaki di musim hujan adalah petir. Untuk menghindari resiko sambaran petir, janganlah beristirahat atau mendirikan tenda di tengah-tengah hamparan sabana yang luas. Jika ingin berlindung di dekat pohon, pastikan pohon tersebut bukanlah pohon tertinggi di kawasan tersebut, karena pohon yang paling tinggi rawan kesambar petir.

Selain itu, janganlah bersentuhan langsung dengan benda-benda yang bisa mengantar listrik. Contohnya seperti benda-benda logam, ponsel, radio, dan sebagainya.

17. Buat Parit Mengelilingi Tenda

Sesudah menedirikan tenda, jangan lupa membuat parit di sekelilingnya. Kedalaman parit minimal mencapai 10 cm. Parit yang dibuat ini berfungsi sebagai jalur aliran air sehingga lokasi di mana tendamu berdiri tidak digenangi air yang bisa saja menerobos masuk ke dalam tenda.

18. Jangan Memaksakan

Apabila semua sudah disiapkan dengan matang, namun cuaca benar-benar tidak mendukung, janganlah dipaksakan. Ketahuilah bahwa masih ada waktu lain yang lebih aman untuk melakukan pendakian. Jangan sekali-sekali menantang alam. Utamakan keselamatan.

Baca juga: 11 Perlengkapan Pendakian

Itulah 18 tips mendaki gunung saat musim hujan yang dapat kamu terapkan. Semoga pendakianmu menyenangkan dan selamat hingga kembali pulang ke rumah.

4 thoughts on “18 Tips Mendaki Gunung Saat Musim Hujan

  1. Mantap tipsnya,Gan. Saya jadi inget dulu zaman kuliah, pendakian selalu di malam hari meski saat musim hujan sekalipun. Alasannya suoaya bisa lihat sunset di puncak. Kecuali waktu mendaki Gunung Slamet. Kami harus bermalam karena hujan. Akhirnya sampai puncak sudah siang. Tak ada sunset, yang ada hujan angin. Tapi tetep seru sih 🙂

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: